Jika UN ditiadakan, apakah lulusan 2020 Kurang berkualitas?
"Foto Kamson Siagian saat mengikuti reses DPRD Kabupaten Dairi, dokumentasi Kamson Siagian Officially"
Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Buruk Karena UN Yang Ditiadakan ?
Selasa 24 maret 2020, kementrian pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid-19), dimana sekarang Indonesia sedang mengalami masa darurat untuk penangan penyakit yang sudah jadi masalah dunia, ketika covid-19 masuk ke Indonesia yang diumumkan langsung oleh bapak Presiden Joko Widodo pada hari senin 02 maret 2020, setelah itu sejumlah intruksi yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah dearah, hal itu sesuai dengan anjuran bapak Presiden Joko Widodo yang mengatakan Kerja dari rumah, belajar dari rumah, serta ibadah dari rumah. Dengan tanggap kementrian mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah dengan mengubah kesistem daring atau on-line.
Banyak hal yang tidak biasa pada pendidikan ditanah air saat covid-19 ini menyebar di Indonesia, seperti salah satunya adalah Ujian untuk kelas 12 sekolah menengah atas dan juga sekolah menengah kejuruan, hampir seluruh sekolah ditanah air meliburkan sekolah dan menunda segala ujian yang ada. Tetapi ada juga beberapa sekolah yang tetap melaksanakan ujian untuk tahap sekolah yang dianggap wilayah nya masih steril dari corona virus disease atau covid-19, tetapi banyak sekolah yang tidak mendapatkan kesempatan untuk itu. maka mereka lebih memilih ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.
Hal menarik yang ingin dibahas pada situasi ini adalah, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Buruk Karena UN Yang Ditiadakan ? tentu jawaban atas pertanyaan ini sangatlah berbeda, ada yang beropini iya dan tentu ada yang beropini tidak. Dalam hal ini penulis mengambil jawaban TIDAK, dan tentu saja punya alasan. Alasan penulis mengatakan tidak adalah dengan mangambil perkiraan dari segala persiapan yang dilakukan oleh sekolah dan siswa jika Ujian Nasional ini akan terlaksana. Kita yakin dan percaya bahwa kita tidak ada yang menyadari atau menebak keputusan pemerintah melalui Kemendikbud akan seperti ini, baik itu dari kalangan siswa maupun pihak sekolah. Sehingga bisa kita simpulkan persiapan untuk menempuh atau mempunyai kualitas siswa maupun sekolah dalam Ujian Nasional ini sudah diatas 90%.
Dalam persiapan ujian nasional di tanah air sangatlah kompenten dan sangat serius dari kalangan siswa maupun sekolah, semua siswa yang ingin ujian pastilah mempunyai persiapan yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik, begitu juga sekolah yang sudah menerapkan persiapan lebih kepada siswa dalam menghadapi ujian yang bersifat nasional ini. Banyak sekolah yang berlomba-lomba bersaing dalam pencapaian siswa nya untuk nilai yang bagus dalam ujian tersebut, begitu juga dengan siswa yang sangat antusias dalam mempersiapkan diri untuk ujian yang berkelas ini.
Dibeberapa sekolah negeri maupun swasta ada yang sampai menambah jam belajar disekolah diluar jam wajib hanya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian berkelas di setara menengah itu. Tentu saja yang dilakukan siswa-siswi senior dalam satuan pendidikan itu adalah persiapan. Tidak sedikit juga yang tiap hari pada jam tambahan tersebut membahas soal-soal ujian nasional dari beberapa tahun yang lalu, jadi dari sini kita bisa menyimpulkan bahwasanya mereka (siswa-siswa kelas 12 SMA dan SMK) sudah mengenal soal dan bagaimana kesulitan dalam menjawab nya.
Walaupun kita ketahui dalam pembahasan soal-soal tersebut dibimbing guru tetapi tidak sedikit juga sekolah yang mengikuti program-program dari intitusi lain dalam melaksanakan try out UNBK, dan tidak sedikit juga siswa-siswi yang mengikuti program bimbel untuk try out mandiri UNBK yang dapat membuat dirinya lebih siap untuk final UNBK 2020 ini.
Dengan kebijakan pemerintah terkait wabah virus corona yang berdampak pada penghapusan ujian nasional secara menyeluruh ditanah air tidak mengurangi kualitas lulusan 2020 ini, semua itu sama dan memiliki kelebihan dalam masing-masing siswa, serta sistem pelulusan yang dimuatkan dalam surat edaran kemendikbud dengan menggunakan nilai kumulatif dari semester 1 sampai dengan 5 juga efektif, dimana disini guru diminta supaya objektif dalam pelulusan siswa nya.Jadi untuk seluruh badan ataupun perorangan yang ingin memakai lulusan sekolah formal tahun 2020 ini tidak usah ragu akan kualitasnya. Baik itu perusahaan yang ingin merekrut lulusan SMA/SMK untuk karyawannya, supaya jangan membedakan lulusan tahun 2020 ini dengan yang lain, opini ini bisa dipakai utnuk pertimbangan dalam mengambil keputusan. Dan juga siswa/i lulusan tahun 2020 ini untuk tidak menganggap dirinya berbeda dan menganggap dirinya kurang berkualitas. Semua itu tergantung dirimu bagaimana kamu untuk lebih berguna bagi bangsa dan nagara ini. (Kamson Siagian, Mahasiswa fakultas ekonomi UNIMED)

Proud of you π
BalasHapusMakasih Alfiπ. Maklum yah. Penulis baru
HapusGood job...terusla berkarya
BalasHapusMakasih yah π
HapusKeren bang .semangat berkarya bang .
BalasHapusTerima kasih π
HapusCemangat kamson Imut
BalasHapusTerima kasih π
HapusWah...sangat bagus isi berita nya
BalasHapusTerus lah berkarya
Makasih itoπ
HapusGood job brotherπ i like π
BalasHapusKelen koment ga ada nama. Haha. Makasih yah
HapusMantap bg π
BalasHapusπ
HapusMantap pisan,
BalasHapusTeruslah berkarya
Makasih Kak π
Hapusmantap tulang sebagai pemula
BalasHapusMauliate amang boru
Hapus
BalasHapusMemang sudah dari dulu kita inginkan sekolah formal tidak ada un lagi. Karena bukan ini yang membuat kita berkualitas. Tapi anda membuat pola yang berbeda tetapi makna yang sama. Mudah2an pemerintah melalui Kemendikbud selalu memberikan yang terbaik untuk pendidikan di Indonesia ini...
Mantap" tingkatkan@kamson_siagian
Nice idea brother. Terimakasih
HapusMantap" tingkat kan
BalasHapusTerima kasih kakakπ
Hapus